Objek Wisata “Bakudo” Bono Terletak di Kabupaten Pelalawan
Objek Wisata Propinsi Riau
KOPI, Pekanbaru – Gelombang ombak air sungai Kampar dengan ketinggian 4-6 meter. Ini satu-satunya fenomena alam air laut mengalir
masuk dan bertemu dengan air Sungai Kampar sehingga terjadi gelombang
dengan kecepatan yang cukup tinggi dan menghasilkan suara seperti suara
guntur dan suara angin kencang.
Satu-satunya keajaiban objek wisata dunia biasanya orang selancar (surfing) tengah laut, di kabupaten Pelalawan orang Surfing di sebuah sungai yakni sungai kampar ini buktinya bro.
Masyarakat sekitar memanfaatkan gelombang tersebut untuk surfing dengan papan selancar. Inilah keistimewaan gelombang bono mukjizat keindahaan alam dari Allah SWT.
Saat musim
pasang tinggi, gelombang sungai Kampar bisa mencapai 4-6 meter,
membentang dari tepi ke tepi menutupi keseluruhan badan sungai.
Peristiwa ini terjadi setiap hari, siang maupun malam hari.
Sejarah Bono
Bono ini ada dua jenis. Satu jantan di Sungai Kampar, dan betina di sungai Rokan, Bagansiapi-api. Bono di Kampar berkelamin jantan bergelombang tinggi (vertikal), sedangkan betina, ditandai bergelombang
horizontal alias melebar. "Makanya, banyak kapal di Bagansiapiapi
selalu terjerat (tersangkut) di tengah laut akibat Bono atau Beting
sebutan orang melayu Bagan," katanya.
Saat tidak ada pasang, Bono ini pergi menuju betina di sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir. Lalu bercengkrama di Selat Melaka. Apabila pasang mulai membesar, maka kembalilah mereka ke tempat masing-masing, semakin gembiralah mereka berpacu ke sungai.
Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono dan bernyali besar. Kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan berselancar, atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut 'Bekudo Bono' karena memang mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar.
Saat tidak ada pasang, Bono ini pergi menuju betina di sungai Rokan, Kabupaten Rokan Hilir. Lalu bercengkrama di Selat Melaka. Apabila pasang mulai membesar, maka kembalilah mereka ke tempat masing-masing, semakin gembiralah mereka berpacu ke sungai.
Bagi masyarakat tempatan yang sudah terbiasa dengan kedatangan Bono dan bernyali besar. Kedatangan Bono disambut dengan memacukan kapal motornya meluncur ke lidah ombak di punggung Bono bagaikan berselancar, atraksi ini oleh penduduk tempatan disebut 'Bekudo Bono' karena memang mirip dengan atraksi seorang joki yang sedang berusaha menjinakkan kuda liar.
Objek wisata bakudo Bono ini terletak di desa Teluk Meranti kabupaten Pelalawan. weekend rame wisatawan mancanegara surfing kesana.
Anda ingin kesana dengan mengendarai kendaraan roda empat menempuh jarak 1-2 jam ketempat objek pariwisata tersebut dari Pekanbaru jangan lupa bawa papan selancar. Selamat surfing.Bono Pelalawan masuk 27 objek wisata terbaik
| 4.140 Views
Peselancar
asing kehilangan keseimbangan saat berselancar di ombak "Bono"
Semenanjung Kampar, Provinsi Riau, (FOTO ANTARA/FB Anggoro)
"Ombak Bono secara ilmiah merupakan fenomena alam yang terjadi karena pertemuan arus Sungai Kampar dengan arus Laut China Selatan," kata Kepala Dinas Kebudayaan Pemuda dan Olahraga Pelalawan Zulkifli ketika dihubungi dari Pekanbaru, Senin.
Sungai biasanya hanya memiliki aliran, yaitu dari hulu menuju hilir, namun terkadang ada juga bagian sungai yang membuatnya terlihat seperti memiliki gelombang indah seperti yang terjadi di Sungai Kampar.
Meski terjadi sepanjang tahun, namun Ombak Bono memiliki waktu-waktu terbaik, khususnya pada saat bulan purnama.
"Hal itu yang membuat Ombak Bono menjadi salah satu objek wisata andalan nasional," kata Zulkifli.
Untuk itu pula, kata dia, Ombak Bono Pelalawan yang berulang kali didatangi oleh turis mancanegara ini berkesempatan mendapatkan penghargaan Citra Award 2013 yang digelar oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar